Senin, 15 Oktober 2012

apa yang ada di fikirannmu


Seseorang dapat terjatuh pada saat ia lenggah, tapi saat dia tau dan hati-hati selicin apapun itu ia tidak akan pernah jatuh karena pada saat di berfikir hati-hati otak akan langsung menginformasikan pada seluruh anggota tubuh untuk bergerak sedikit lambat dan lebih waspada, begitu juga dengan kehidupan disaat kita lenggah dan terlalu larut dalam satu hal maka kita akan dengan sangat mudah terjatuh walaupun semua itu di luar batas fikiran kita, semuanya bagaikan gaya grivitasi yang menjatuhkan semua benda berat hanya dalam hitungan detik. Terkadang kebahagian membuat kita lenggah dan membuat kita larut sehingga kita tidak pernah memikirkan sesuatu yang buruk yang mungkin akan terjadi, dan pada saat semuanya terjadi kita tidak siap mengahadapi semua kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah ada didalam fikiran kita, sehingga semuanya terasa sangat sulit. Meraih sebuah kebahagian bukanlah perkara mudah, semuanya dikembalikan lagi pada diri kita, disaat kita ingin bahagia kita harus berfikir bagaimana cara agar kita bahagia, karena kebahagian itu milik kita dan hanya kita yang bisa menentukan apa yang membuat kita bahagia bukan orang lain, orang lain hanya sebagai perantara. Mungkin juga hanya sebagai pembawa kebahagian bukan yang memberikan kebahagian.
Awal dari segala yang ada itu adalah hal yang sulit, dimana kita harus berusaha menempatkan diri kita pada tempat terbawah, memulai itu sangat sulit tapi mempertahankan juga bukan hal yang mudah, saat kita memulai kita harus berani keluar dari zona nyaman kita, kita harus punya nyali yang cukup besar untuk bisa keluar dari zona nyaman itu, memang membutuhkan niat yang kuat dan dukungan yang besar, dan disaat kamu mempunyai niat yang kuat tapi tidak mempunyai dukungan yang besar semuanya akan terasa sangat tidak seimbang, apa yang harus dilakukan jika semuanya itu terjadi jadikan sebahagian dirimu menjadi seperti angin, walaupun kamu tidak melihatnya tapi kamu bisa merasakannya bahwa ada dirimu yang selalu menyemangatimu dan selalu inginkan kamu bahagia, semuanya akan terdengar konyol saat saya mengatakan saya punya teman yang paling dekat dengan saya adalah diri saya, semua orang juga akan berangkapan saya juga mempunyai teman diri saya, tapi yang dimaksud disini bukan seperti itu. Terkadang ada saatnya ketika tidak ada satu pun makluk didunia ini yang mnegerti dengan mu maka disaat itulah kamu bisa berbicara ddengan batinmu, dia memang tidak tampak tapi dia bisa dirasakan seperti angin. Walaupun semua orang akan mengatakan itu hal konyol dan bodoh atau bahkan hal yang tidak pernah ada dalam sebuat teori ilmu pengetahuan tapi itu ada, tak selamanya ada orang yang bisa mengerti apa yang kamu mau, apa yang kamu butuh dan apa yang kamu rasakan, disaat kamu masih bisa tersenyum walaupun beban didalam hidupmu segunung maka orang akan mendeskripsikan bahwa kamu bahagia, padahal tidak pernahkan terbesit didalam fikirannya bahwa kamu sedih????
Jawabannya sudah pasti TIDAK, kebahagian seseorang tidak bisa diukur dari penapimlan luarnya, dan dari cara dia menjalani kehidupannya. Orang-orang labil mungkin sangat mudah memperlihatkan ekspresinya tapi bagi orang-orang yang memandang banyak hal dia sangat sulit memdesripsikan perasaan, hanya orang-orang yang peka akan sensitifitas yang tau akan apa yang ia rasakan, karena dia tidak menangis atau bersedih dihadapan orang ramai,justru dia akan berusaha tertawa walaupun terkadang lelucon itu sama sekali tidak lucu atau lebih sering dibilang garing. Tapi untuk menutupi semua kesedihannya dia melakukan semua itu, beruntunglah jika ada orang-orang disekitarmu yang peka terhadapmu, tapi sangat bersedih jika tidak ada seorang pun yang peka akan perasaanmu. Walaupun kamu bisa memengerti orang lain, menasehatinya, bisa memberikan semangat untuknya dan bisa membantunya keluar dari masalahnya. tapi ada waktu dan saatnya kamu ingin dimengerti, ada saatnya kamu juga ingin nasihati, ada saatnya kamu juga ingin disemangati, ingin menagis dan inginnnn berteriak disaat semua beban terasa sangat berat, ingin punya tupangan yang kokoh seperti apa yang kamu lakukan kepada orang lain. Kita semua manusia sifat dan karakter setiap orang memang berbeda tapi pasalnya setiap manusia pasti punya rasa sedih, punya rasa kecewa dan butuh orang lain siapapu itu manusianya. Kita ini manusia bukan anggels yang tidak punya rasa, teori aristoteles itu memang benar manusia adalah makluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia akan lebih bahagia jika mereka bersama-sama, dan manusia akan punah jika dia tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
Benarkah kamu menyadari ada orang-orang disekitarmu yang seperti itu, pernahkah kamu mencoba untuk memhami orang lain yang ada disekitarmu??? Terkadang tidak sedikit orang yang berfikir secara picik, mereka hanya akan peduli pada orang-orang yang mereka anggap adalah teman mereka saja, tetapi jika tidak mereka tidak akan pernah terbesit untuk mebantu apalagi untuk memahami, dengan alasan “buat apa, toh kita juga tidak kenal dekat dengan dia, kita tidak mengerti masalah dia, atau dia kan punya teman yang nanti akan membantunya,atau juga ngapain ngurusin urasan orang” kata-kata itu yang selalu menjadi tolak ukur seseorang untuk tidak peka dengan orang disekitarnya, bahkan seorang sahabat pun terkadang tidak peka dengan perasaan sahabatnya sendiri, atau juga banyak pasangan kekasih yang sebenarnya mereka tidak peka tapi terkadang berpura-pura peka padahal mereka tidak pernah tau apa yang dirasakan pasanganya, tahukah kamu sebenarnya bacot motivasimu adalah sebuah semangat bagi orang-orang yang benar-benar butuh. Tapi terkadang orang menganggap itu semua tidaklah penting, padahal semua itu sangat berharga dan bisa membalikkan pola fikir seseorang. Sebodaoh-bodoh apapun orang asalkan tidak ediot mereka pasti bisa berfikir untuk menyelesaikan masalah mereka. Banyak orang berfikir hidup tak semudah bacot pak mario teguh itu memang benar, jika hidup semudah itu maka tidak akan ada yang namanya perjuangan. Tapi bukan berarti pernyataan itu langsung menjadi benar, pak mario teguh memang hanya bisa ngebacot tapi sadarkah kamu bahwa apa yang dibacotkannnya itu bisa menjadi tolak ukur untuk kita, dan disanalah kita bisa mengindikatorkan diri kita, dan mencoba memahami diri sendiri dan bisa memahami orang-orang disekitar kita, karena hidup ini bukan hanya milik kita. Seandainya disadari banyak orang-orang diluar sana yang butuh kita, tapi kita sendiri yang mengkotak-kotakan kehidupan kita.
Jika bintang dengan sangat iklas menerangi bumi, tidak kah kita ingin menjadi seperti bintang yang bisa menerangi banyak kehidupan disekitar kita, dan melihat semua orang bahagia. Walaupun saya tidak sebahagia teman-teman disana tapi saya sangat ingin melihat orang lain bahagia, karena saya tau betapa sedihnya seseorang disaat mereka butuh dukungan tapi tak ada satupun yang peduli, jika mereka terlalu lemah menghadapi semuanya bisa saja cara-cara tersingkat yang akan mereka ambil tidakkah kita sedih melihat saudara-saudara kita yang jatuh kedalah jurang kegelapan kehidupannya bantulah apa yang bisa kamu bantu, dan lakukan apa yang bisa kamu lakukan setidaknya anggaplah semua itu menjadi kebahgian tersendiri untuk kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar