Minggu, 28 Oktober 2012

Mungkinkah kesendirian itu menyedihkan

ternyata kemandirian seseorng tdk dpat d ukur hnya


dri usia sja
ternyata pengalaman akan lbih bnyak mengajarkan akan sbuah kemandirian
saya selalu mrsa tkut saat saya tdak memiki siapa2,pdahal sya selalu merasa saya kuat....
saya bisa melkukan sesuatu tnpa bantuan org lain
tapi sya sangat takut dg kesendrian dan kesepian
dan hari ini saya sendiri tidak bsa menafsirkan perasaan seseorang yg hidup sendirian
menghabiskan stgah dari harinya hanya sendiri
itu psti akan menjadi hal yg pling memosankan
dan menyedihkan
tpi dia sangat tenang menghadapinya,seolah semua itu tidak menjdi beban untuknya
padahal usianya msih terbilang sngat muda tpi dia mampu menjdi lbih tegar di bandingkan saya,saya ingin belajar menjadi mandiri sperti dia...
jujur saya saja yg melihat dia sendirian merasa sngat sedih apalagi dia yg menghadapinya
apa yg dia rasakan???
semua itu menjdi pelajran berharg untk saya
sya sngat bangga akan ketegaran hati org2 yg mampu bertahan hidup sendiri
hanya dg peralihan lain mereka bisa tetap merasakan kebhgian
ya allah begitu besar nikmat yg telah kau brikan kepada hambamu ini
terlalu sempit hambamu ini mngambil sebuah kesimpulan dlam menyikapi masalah
ingin rasanya hamba menangis tak sanggup menhan rsa haru ini tuhan......
jadikanlah hamba menjadi kuat sma sperti mereka yg sederhana dalam menjalani hdup


Published with Blogger-droid v2.0.9

Senin, 15 Oktober 2012

apa yang ada di fikirannmu


Seseorang dapat terjatuh pada saat ia lenggah, tapi saat dia tau dan hati-hati selicin apapun itu ia tidak akan pernah jatuh karena pada saat di berfikir hati-hati otak akan langsung menginformasikan pada seluruh anggota tubuh untuk bergerak sedikit lambat dan lebih waspada, begitu juga dengan kehidupan disaat kita lenggah dan terlalu larut dalam satu hal maka kita akan dengan sangat mudah terjatuh walaupun semua itu di luar batas fikiran kita, semuanya bagaikan gaya grivitasi yang menjatuhkan semua benda berat hanya dalam hitungan detik. Terkadang kebahagian membuat kita lenggah dan membuat kita larut sehingga kita tidak pernah memikirkan sesuatu yang buruk yang mungkin akan terjadi, dan pada saat semuanya terjadi kita tidak siap mengahadapi semua kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah ada didalam fikiran kita, sehingga semuanya terasa sangat sulit. Meraih sebuah kebahagian bukanlah perkara mudah, semuanya dikembalikan lagi pada diri kita, disaat kita ingin bahagia kita harus berfikir bagaimana cara agar kita bahagia, karena kebahagian itu milik kita dan hanya kita yang bisa menentukan apa yang membuat kita bahagia bukan orang lain, orang lain hanya sebagai perantara. Mungkin juga hanya sebagai pembawa kebahagian bukan yang memberikan kebahagian.
Awal dari segala yang ada itu adalah hal yang sulit, dimana kita harus berusaha menempatkan diri kita pada tempat terbawah, memulai itu sangat sulit tapi mempertahankan juga bukan hal yang mudah, saat kita memulai kita harus berani keluar dari zona nyaman kita, kita harus punya nyali yang cukup besar untuk bisa keluar dari zona nyaman itu, memang membutuhkan niat yang kuat dan dukungan yang besar, dan disaat kamu mempunyai niat yang kuat tapi tidak mempunyai dukungan yang besar semuanya akan terasa sangat tidak seimbang, apa yang harus dilakukan jika semuanya itu terjadi jadikan sebahagian dirimu menjadi seperti angin, walaupun kamu tidak melihatnya tapi kamu bisa merasakannya bahwa ada dirimu yang selalu menyemangatimu dan selalu inginkan kamu bahagia, semuanya akan terdengar konyol saat saya mengatakan saya punya teman yang paling dekat dengan saya adalah diri saya, semua orang juga akan berangkapan saya juga mempunyai teman diri saya, tapi yang dimaksud disini bukan seperti itu. Terkadang ada saatnya ketika tidak ada satu pun makluk didunia ini yang mnegerti dengan mu maka disaat itulah kamu bisa berbicara ddengan batinmu, dia memang tidak tampak tapi dia bisa dirasakan seperti angin. Walaupun semua orang akan mengatakan itu hal konyol dan bodoh atau bahkan hal yang tidak pernah ada dalam sebuat teori ilmu pengetahuan tapi itu ada, tak selamanya ada orang yang bisa mengerti apa yang kamu mau, apa yang kamu butuh dan apa yang kamu rasakan, disaat kamu masih bisa tersenyum walaupun beban didalam hidupmu segunung maka orang akan mendeskripsikan bahwa kamu bahagia, padahal tidak pernahkan terbesit didalam fikirannya bahwa kamu sedih????
Jawabannya sudah pasti TIDAK, kebahagian seseorang tidak bisa diukur dari penapimlan luarnya, dan dari cara dia menjalani kehidupannya. Orang-orang labil mungkin sangat mudah memperlihatkan ekspresinya tapi bagi orang-orang yang memandang banyak hal dia sangat sulit memdesripsikan perasaan, hanya orang-orang yang peka akan sensitifitas yang tau akan apa yang ia rasakan, karena dia tidak menangis atau bersedih dihadapan orang ramai,justru dia akan berusaha tertawa walaupun terkadang lelucon itu sama sekali tidak lucu atau lebih sering dibilang garing. Tapi untuk menutupi semua kesedihannya dia melakukan semua itu, beruntunglah jika ada orang-orang disekitarmu yang peka terhadapmu, tapi sangat bersedih jika tidak ada seorang pun yang peka akan perasaanmu. Walaupun kamu bisa memengerti orang lain, menasehatinya, bisa memberikan semangat untuknya dan bisa membantunya keluar dari masalahnya. tapi ada waktu dan saatnya kamu ingin dimengerti, ada saatnya kamu juga ingin nasihati, ada saatnya kamu juga ingin disemangati, ingin menagis dan inginnnn berteriak disaat semua beban terasa sangat berat, ingin punya tupangan yang kokoh seperti apa yang kamu lakukan kepada orang lain. Kita semua manusia sifat dan karakter setiap orang memang berbeda tapi pasalnya setiap manusia pasti punya rasa sedih, punya rasa kecewa dan butuh orang lain siapapu itu manusianya. Kita ini manusia bukan anggels yang tidak punya rasa, teori aristoteles itu memang benar manusia adalah makluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia akan lebih bahagia jika mereka bersama-sama, dan manusia akan punah jika dia tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
Benarkah kamu menyadari ada orang-orang disekitarmu yang seperti itu, pernahkah kamu mencoba untuk memhami orang lain yang ada disekitarmu??? Terkadang tidak sedikit orang yang berfikir secara picik, mereka hanya akan peduli pada orang-orang yang mereka anggap adalah teman mereka saja, tetapi jika tidak mereka tidak akan pernah terbesit untuk mebantu apalagi untuk memahami, dengan alasan “buat apa, toh kita juga tidak kenal dekat dengan dia, kita tidak mengerti masalah dia, atau dia kan punya teman yang nanti akan membantunya,atau juga ngapain ngurusin urasan orang” kata-kata itu yang selalu menjadi tolak ukur seseorang untuk tidak peka dengan orang disekitarnya, bahkan seorang sahabat pun terkadang tidak peka dengan perasaan sahabatnya sendiri, atau juga banyak pasangan kekasih yang sebenarnya mereka tidak peka tapi terkadang berpura-pura peka padahal mereka tidak pernah tau apa yang dirasakan pasanganya, tahukah kamu sebenarnya bacot motivasimu adalah sebuah semangat bagi orang-orang yang benar-benar butuh. Tapi terkadang orang menganggap itu semua tidaklah penting, padahal semua itu sangat berharga dan bisa membalikkan pola fikir seseorang. Sebodaoh-bodoh apapun orang asalkan tidak ediot mereka pasti bisa berfikir untuk menyelesaikan masalah mereka. Banyak orang berfikir hidup tak semudah bacot pak mario teguh itu memang benar, jika hidup semudah itu maka tidak akan ada yang namanya perjuangan. Tapi bukan berarti pernyataan itu langsung menjadi benar, pak mario teguh memang hanya bisa ngebacot tapi sadarkah kamu bahwa apa yang dibacotkannnya itu bisa menjadi tolak ukur untuk kita, dan disanalah kita bisa mengindikatorkan diri kita, dan mencoba memahami diri sendiri dan bisa memahami orang-orang disekitar kita, karena hidup ini bukan hanya milik kita. Seandainya disadari banyak orang-orang diluar sana yang butuh kita, tapi kita sendiri yang mengkotak-kotakan kehidupan kita.
Jika bintang dengan sangat iklas menerangi bumi, tidak kah kita ingin menjadi seperti bintang yang bisa menerangi banyak kehidupan disekitar kita, dan melihat semua orang bahagia. Walaupun saya tidak sebahagia teman-teman disana tapi saya sangat ingin melihat orang lain bahagia, karena saya tau betapa sedihnya seseorang disaat mereka butuh dukungan tapi tak ada satupun yang peduli, jika mereka terlalu lemah menghadapi semuanya bisa saja cara-cara tersingkat yang akan mereka ambil tidakkah kita sedih melihat saudara-saudara kita yang jatuh kedalah jurang kegelapan kehidupannya bantulah apa yang bisa kamu bantu, dan lakukan apa yang bisa kamu lakukan setidaknya anggaplah semua itu menjadi kebahgian tersendiri untuk kamu

the really or just ego


Seberapa pentingkah kedudukan untuk anda???
Dan seberapa pentingkah materi dalam hidup anda???
Dan benarkah finansial itu hal yang paling berharga diatas dunia ini??
Kenapa banyak sekali orang yang meletakan materi diatas segalanya hingga mereka mau melakukan apa saja tanpa berfikir semua itu akan menyensarakan orang lain, kenapa banyak orang yang identik dengan meletakkan materi sebagai sumber kebahagian. Dan benarkah kebahagian bisa diukur seperti materi, ini semua realita atau hanya ego seseorang agar mereka terlihat wahh dimata orang lain?
Jika memang materi adalah sebahagian dari kebahagian berarti sangat sedihlah seseorang yang tidak memiliki cukup materi mengibaratkan mereka tidak bahagia, jadi sebenarnya apa tolok ukur dari sebuah kebahagian itu?
Tuhan telah menakdirkan masing-masing umatnya, ada yang ditakdirkan terlahir sebagai anak orang kaya dan mempunai segala dan ada yang ditakdirkan terlahir menjadi orang yang biasa, tapi tuhan tidak pernah memberikan kebahagian yang lebih untuk orang kaya dan mengurangi kebahagian untuk orang yang tidak kaya, benar atau tidak terkadang ujian itu tidak hanya berupa kesakitan, kekecewaan, dan penderitaan tetapi terkadang kebahagian juga termasuk kedalam segelintir ujian tapi tidak pernah disadari oleh si penerima ujian. Berbicara tuhan itu adil atau tidak, pertnyaan ini mendominasi setiap pemikiran manusia, tapi hanya sebahagian orang yang bisa menjawabnya itu pun hanya berupa opini yang kebenarannya tidak bisa dipastikan, sesuatu yang abstrak itu sulit untuk dilihat bahkan memang tidak terlihat, tapi justru sesuatu yang abstrak itu sangat bisa dirasakan, itulah sensitifitas yang diberikan tuhan kepada umatnya. Jika kita berada di posisi tengah saat melihat orang yang ada diatas kita, ada rasa iri dan merasa tuhan itu sedikit tidak adil kenapa dia bisa mendapatkan apa yang dia mau yang merupakan sebahagian defenisi bahagia, dan kenapa saya tidak. Padahal apakah memang benar di sana menjadi tolak ukur kebahagian dia, terkadang kita jarang bisa bersyukur atas apa yang telah diberikan tuhan kepada kita, termasuk nikman iman, tidak semua orang yang bisa merasakan nikamat iman, tapi hanya sebahagian kecil orang yang mampu merasakannya, dan itu sebenarnya sebuah kebahagian yang terkadang terlupakan oleh kita, dan disaat kita melihat kebawah barulah kita sadar bahwa tuhan itu adil karena meletakkan kita lebih baik dari mereka yang berada dibawah, tapi apakah mereka tidak bahagia?? Jawabannya belum tentu, karena kebahagian itu tidak bisa diukur oleh apapun, kebahagian itu tidak bisa didefenisikan karena setiap orang punya cara tersendiri dalam memaknai kebahagian. Kebahgain itu sederhana disaat kita melihat orang-orang yang kita sayangi bahagaia.. tapi kenapa masih banyak orang yang merasa jauh dari kebahagian. Kata orang tertawa itu simbol dari kebahagian tapi menurut saya tidak, ada orang yang masih bisa tertawa tapi tidak bisa merasakan kebahagian, dimana sebenarnya letak kebahagian itu, dan bagaimana cara kita mendapatkan kebahagian
What do you think about happiness???????