Seseorang dapat terjatuh pada saat ia
lenggah, tapi saat dia tau dan hati-hati selicin apapun itu ia tidak akan
pernah jatuh karena pada saat di berfikir hati-hati otak akan langsung
menginformasikan pada seluruh anggota tubuh untuk bergerak sedikit lambat dan
lebih waspada, begitu juga dengan kehidupan disaat kita lenggah dan terlalu
larut dalam satu hal maka kita akan dengan sangat mudah terjatuh walaupun semua
itu di luar batas fikiran kita, semuanya bagaikan gaya grivitasi yang
menjatuhkan semua benda berat hanya dalam hitungan detik. Terkadang kebahagian
membuat kita lenggah dan membuat kita larut sehingga kita tidak pernah
memikirkan sesuatu yang buruk yang mungkin akan terjadi, dan pada saat semuanya
terjadi kita tidak siap mengahadapi semua kemungkinan-kemungkinan yang
sebelumnya tidak pernah ada didalam fikiran kita, sehingga semuanya terasa
sangat sulit. Meraih sebuah kebahagian bukanlah perkara mudah, semuanya
dikembalikan lagi pada diri kita, disaat kita ingin bahagia kita harus berfikir
bagaimana cara agar kita bahagia, karena kebahagian itu milik kita dan hanya
kita yang bisa menentukan apa yang membuat kita bahagia bukan orang lain, orang
lain hanya sebagai perantara. Mungkin juga hanya sebagai pembawa kebahagian
bukan yang memberikan kebahagian.
Awal dari segala yang ada itu adalah hal
yang sulit, dimana kita harus berusaha menempatkan diri kita pada tempat
terbawah, memulai itu sangat sulit tapi mempertahankan juga bukan hal yang
mudah, saat kita memulai kita harus berani keluar dari zona nyaman kita, kita
harus punya nyali yang cukup besar untuk bisa keluar dari zona nyaman itu,
memang membutuhkan niat yang kuat dan dukungan yang besar, dan disaat kamu
mempunyai niat yang kuat tapi tidak mempunyai dukungan yang besar semuanya akan
terasa sangat tidak seimbang, apa yang harus dilakukan jika semuanya itu
terjadi jadikan sebahagian dirimu menjadi seperti angin, walaupun kamu tidak
melihatnya tapi kamu bisa merasakannya bahwa ada dirimu yang selalu
menyemangatimu dan selalu inginkan kamu bahagia, semuanya akan terdengar konyol
saat saya mengatakan saya punya teman yang paling dekat dengan saya adalah diri
saya, semua orang juga akan berangkapan saya juga mempunyai teman diri saya,
tapi yang dimaksud disini bukan seperti itu. Terkadang ada saatnya ketika tidak
ada satu pun makluk didunia ini yang mnegerti dengan mu maka disaat itulah kamu
bisa berbicara ddengan batinmu, dia memang tidak tampak tapi dia bisa dirasakan
seperti angin. Walaupun semua orang akan mengatakan itu hal konyol dan bodoh atau
bahkan hal yang tidak pernah ada dalam sebuat teori ilmu pengetahuan tapi itu
ada, tak selamanya ada orang yang bisa mengerti apa yang kamu mau, apa yang
kamu butuh dan apa yang kamu rasakan, disaat kamu masih bisa tersenyum walaupun
beban didalam hidupmu segunung maka orang akan mendeskripsikan bahwa kamu
bahagia, padahal tidak pernahkan terbesit didalam fikirannya bahwa kamu
sedih????
Jawabannya sudah pasti TIDAK, kebahagian
seseorang tidak bisa diukur dari penapimlan luarnya, dan dari cara dia menjalani
kehidupannya. Orang-orang labil mungkin sangat mudah memperlihatkan ekspresinya
tapi bagi orang-orang yang memandang banyak hal dia sangat sulit memdesripsikan
perasaan, hanya orang-orang yang peka akan sensitifitas yang tau akan apa yang
ia rasakan, karena dia tidak menangis atau bersedih dihadapan orang
ramai,justru dia akan berusaha tertawa walaupun terkadang lelucon itu sama
sekali tidak lucu atau lebih sering dibilang garing. Tapi untuk menutupi semua
kesedihannya dia melakukan semua itu, beruntunglah jika ada orang-orang
disekitarmu yang peka terhadapmu, tapi sangat bersedih jika tidak ada seorang
pun yang peka akan perasaanmu. Walaupun kamu bisa memengerti orang lain,
menasehatinya, bisa memberikan semangat untuknya dan bisa membantunya keluar dari
masalahnya. tapi ada waktu dan saatnya kamu ingin dimengerti, ada saatnya kamu
juga ingin nasihati, ada saatnya kamu juga ingin disemangati, ingin menagis dan
inginnnn berteriak disaat semua beban terasa sangat berat, ingin punya tupangan
yang kokoh seperti apa yang kamu lakukan kepada orang lain. Kita semua manusia
sifat dan karakter setiap orang memang berbeda tapi pasalnya setiap manusia
pasti punya rasa sedih, punya rasa kecewa dan butuh orang lain siapapu itu
manusianya. Kita ini manusia bukan anggels yang tidak punya rasa, teori
aristoteles itu memang benar manusia adalah makluk sosial manusia tidak bisa
hidup sendiri, manusia akan lebih bahagia jika mereka bersama-sama, dan manusia
akan punah jika dia tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
Benarkah kamu menyadari ada orang-orang
disekitarmu yang seperti itu, pernahkah kamu mencoba untuk memhami orang lain
yang ada disekitarmu??? Terkadang tidak sedikit orang yang berfikir secara
picik, mereka hanya akan peduli pada orang-orang yang mereka anggap adalah
teman mereka saja, tetapi jika tidak mereka tidak akan pernah terbesit untuk
mebantu apalagi untuk memahami, dengan alasan “buat apa, toh kita juga tidak
kenal dekat dengan dia, kita tidak mengerti masalah dia, atau dia kan punya
teman yang nanti akan membantunya,atau juga ngapain ngurusin urasan orang”
kata-kata itu yang selalu menjadi tolak ukur seseorang untuk tidak peka dengan
orang disekitarnya, bahkan seorang sahabat pun terkadang tidak peka dengan
perasaan sahabatnya sendiri, atau juga banyak pasangan kekasih yang sebenarnya
mereka tidak peka tapi terkadang berpura-pura peka padahal mereka tidak pernah
tau apa yang dirasakan pasanganya, tahukah kamu sebenarnya bacot motivasimu
adalah sebuah semangat bagi orang-orang yang benar-benar butuh. Tapi terkadang
orang menganggap itu semua tidaklah penting, padahal semua itu sangat berharga
dan bisa membalikkan pola fikir seseorang. Sebodaoh-bodoh apapun orang asalkan
tidak ediot mereka pasti bisa berfikir untuk menyelesaikan masalah mereka.
Banyak orang berfikir hidup tak semudah bacot pak mario teguh itu memang benar,
jika hidup semudah itu maka tidak akan ada yang namanya perjuangan. Tapi bukan
berarti pernyataan itu langsung menjadi benar, pak mario teguh memang hanya
bisa ngebacot tapi sadarkah kamu bahwa apa yang dibacotkannnya itu bisa menjadi
tolak ukur untuk kita, dan disanalah kita bisa mengindikatorkan diri kita, dan
mencoba memahami diri sendiri dan bisa memahami orang-orang disekitar kita,
karena hidup ini bukan hanya milik kita. Seandainya disadari banyak orang-orang
diluar sana yang butuh kita, tapi kita sendiri yang mengkotak-kotakan kehidupan
kita.
Jika bintang dengan sangat iklas menerangi
bumi, tidak kah kita ingin menjadi seperti bintang yang bisa menerangi banyak
kehidupan disekitar kita, dan melihat semua orang bahagia. Walaupun saya tidak
sebahagia teman-teman disana tapi saya sangat ingin melihat orang lain bahagia,
karena saya tau betapa sedihnya seseorang disaat mereka butuh dukungan tapi tak
ada satupun yang peduli, jika mereka terlalu lemah menghadapi semuanya bisa
saja cara-cara tersingkat yang akan mereka ambil tidakkah kita sedih melihat
saudara-saudara kita yang jatuh kedalah jurang kegelapan kehidupannya bantulah
apa yang bisa kamu bantu, dan lakukan apa yang bisa kamu lakukan setidaknya
anggaplah semua itu menjadi kebahgian tersendiri untuk kamu